Stasiun Balapulang

Stasiun Balapulang
Kereta BBM di Dukuh Lapang

Stasiun Balapulang

Stasiun Balapulang
Kenangan Masa Kecil

Stasiun Balapulang

Stasiun Balapulang
Aku Jadi Teringat Sama Yatno

Stasiun Balapulang

Stasiun Balapulang
Tempat Bermain Waktu Kecil

Minggu, 24 Juni 2012

Bulan Sya'ban

Beberapa hari yang lalu, aku bersih-bersih kamar untuk mengisi hari-hari libur dari pada nggak ada kegiatan. Di antara tumpukan kertas, aku menemukan lembaran tulisan yang isinya mengenai bulan Sya'ban. Mungkin ada manfaatnya bila aku tulis kembali bagi para pembaca yang belum sempat tahu makna dari bulan Sya'ban. Dalam kertas itu yang berjudul Bulan Sya'ban (Perkara Yang Disyari'atkan dan Yang Tidak Disyari'atkan), tidak disebutkan penulis atau penerbitnya.

Perkara Yang Disyari'atkan
1. Siapa yang memasuki bulan Sya'ban sementara dia punya qadha puasa Ramadhan, wajib baginya untuk segera menggantinya jika dia mampu, tidak boleh baginya untuk menundanya hingga setelah Ramadhan berikutnya jika tidak ada halangan.
    Siapa yang tidak mengganti qadha puasanya hingga berakhir bulan Sya'ban maka wajib baginya bertaubat atas kelalaiannya dan dia tetap diwajibkan mengganti puasanya tersebut ditambah membayar kafarat setiap hari yang ditinggalkan dengan memberikan kepada orang miskin satu mud beras (atau makanan pokok lainnya)
2. Disunnahkan untuk memperbanyak shoum (puasa) pada bulan Sya'ban, karena Rasulullah saw dahulu selalu melakukannya. Dalam kitab As-Shohihain (Shahih Bukhori dan Muslim) terdapat hadits Aisyah radiallahuanha, dia berkata: "Aku belum pernah melihat Rasulullah saw menyempurnakan shoum selama satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan aku belum pernah melihat beliau memperbanyak shoum dalam satu bulan kecuali pada bulan Sya'ban"
     Hikmah diperintahkannya untuk memperbanyak shoum pada bulan Sya'ban -wallahua'lam- adalah sebagai pembukaan bagi bulan Ramadhan yang diwajibkan shoum padanya, agar terlatih untuk melakukanshoum pada bulan tersebut.
3. Tidak boleh menyambung shoum pada bulan sya'ban hingga bulan Ramadhan. Sehari atau dua hari terakhirpada bulan Sya'ban harus dihentikan, kecuali jika pada hari itu berbarengan dengan hari yang biasa dia melakukan shoum padanya, seperti hari Senin atau Kamis, maka dia boleh melakukannya. Terdapat dalam kitab As-Shoihain dari hadits Abu Hurairah radiallahuanhu dari Nabi saw beliau bersabda: "Jangan kalian dahulukan Ramadhan dengan shoum sehari atau dua hari, kecuali (pada hari) yang dia (biasa) shoum, maka shoumlah"
     Para ulama menyebutkan hikmahnya dalam masalah ini, yaitu: "agar puasa bulan Ramadhan tidak ditambah dengan puasa selainnya sebagaimana untuk tujuan yang sama juga dilarang shoum pada hari raya (hari 'Ied). Begitu juga hikmah yang lainnya, sebagaimana diketahui bahwa antara perbuatan sunnah (nafl) dan perbuatan wajib (fardhu) hendaknya ada pemisah (jeda) waktu pelaksanaannya, sebagaimana antara sholat nafilah (sunnah) dan sholat fardhu".

Perkara-perkara Yang Tidak Disyari'atkan
1. Mengkhususkan hari dan malam Nihsfu Sya'ban (pertengahan bulan Sya'ban) dengan melakukan shoum dan sholat, semua perbuatan tersebut tidak ada riwayat yang shahih dari Rasulullah saw, juga dari para shahabatnya. Hal tersebut merupakan perkara yang diada-adakannya.
    Terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam sunnahnya, bahwa Rasulullah saw bersabda: "jika datang malam Nishfu Sya'ban maka beribadalah pada malam harinya dan puasalah pada siang harinya, sesungguhnya Allah ta'ala turun pada hari itu saat matahari terbenam di langit dunia seraya berfirman: "siapa yang meminta ampun akan Aku ampuni, siapa yang meminta rizki akan Aku beri rizki, siapa yang sakit akan Aku sembuhkan". Hadits ini dilemahkan oleh Imam Bukhori dan lainnya.
2. Adapun mengenai keutamaan malam Nishfu Sya'ban, maka berkatalah Al-Hafiz Ibnu Rajab rahimahullah: "mengenai keutamaan malam Nishfu Sya'ban terdapat sejumlah hadits yang diperselisihkan kedudukannya, sebagian besar ulama melemahkannya, sedangkan Ibnu Hibban menyatakan shahih sebagiannya dan menempatkannya dalam kitab Shahihnya (Latha'iful Ma'arif: 143). Perlu diketahui bahwa Ibnu Hibban dikenal oleh ulama hadits sebagai orang yang menggampangkan dalam men-shahihkan hadits.
3. Disebagian tafsir disebutkan bahwa: Malam mulia yang padanya diturunkan Al Quran yang termasuk dalam firman Allah swt   (إنا أنزلنا في ليله مباركه)
adalah malam Nishfu Sya'ban. Pendapat ini keliru dan menyimpang dari kandungan Al Quran itu sendiri, dan para ulama telah membantahnya. Al Qurthubi seraya mengutip Abu Bakar bin Arabi berkata dalam tafsirnya: "diantara mereka ada yang mengatakan bahwa malam tersebut (maksudnya lailatul qadar) terjadi pada malam Nishfu Sya'ban, itu adalah pendapat yang keliru, karena Allah ta'ala tatkala berfirman dalam kitab-Nya menjelaskan bahwa waktu turunnya Al Quran adalah pada bulan Ramadhan dan kemudian menetapkan waktu malamnya dalam ayat (في ليله مباركه)
maka siapa yang menyangka bahwa hal tersebut terjadi pada waktu selainnya maka itu merupakan dusta yang sangat besar terhadap Allah ta'ala".

Sabtu, 25 Juni 2011

Suasana Gurun Pasir & Gunung Batu Slideshow

Suasana Gurun Pasir & Gunung Batu Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ Suasana Gurun Pasir & Gunung Batu Slideshow ★ to Mecca. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

Jumat, 08 April 2011

Kebiadaban Orang Arab Kembali Menimpa TKI

Musibah kembali menimpa saudara kita yang manjadi TKI di Arab Saudi. Seorang pembantu asal Majalengka, Jawa Barat bernama Aan Darwati binti Udin Encup kelahiran 9 Mei 1974 ditemukan tewas di  kamar mandi majikannya Hamud Mhd Barkah Al Utaibi, pada Rabu (30/3). Saat ditemukan jenasah Aan luka memar bekas pukulan benda tumpul di bagian tubuhnya. Menurut dugaan korban dianiaya majikannya sebelum meninggal.

Pemegang paspor TKI nomor AN 978909 dikirim pelaksana penempatan TKI swasta PT Youmba Biba Abadi untuk bekarja di Arab Saudi. Tiba di Jeddah pada 6 Juni 2010 dan diterima pihak perwakilan Badawood Recruitment office untuk dipekerjakan di rumah Hamud sebagai penata laksana rumah tangga.

Atas kematiaan Aan juga diberitakan oleh media Arab Saudi di laman http://www.sabg.org/ pada Kamis (31/3). Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat mengecek ke Konsul jenderal RI di Jeddah Zakaria Anshar dan dibenarkan telah terjadi peristiwa yang diduga merupakan pembunuhan.

Kasusnya sendiri kini telah ditangani kepolisian wilayah Al Manshur Kota Makkah dengan memeriksa Hamud bersama istrinya.

"saya meminta Kepolisian Arab Saudi mengusut tuntas kasus tewasnya Aan dan meminta keadilan hukum dengan hukuman berat sesuai hukum di Arab Saudi yaitu hukuman mati kepada pelaku," kata Jumhur.
Ia menilai kasus itu sangat memilukan dilakukan majikan warga Arab Saudi yang tinggal di kota suci Makkah.

Kepala BNP2TKI itu juga mengatakan segera mengirim nota protes kepada pemerintah Arab Saudi atas kasus kekerasan yang menyebabkan kematian TKI itu. Pimpinan Youmba Biba Abadi juga telah dipanggil untuk datang ke BNP2TKI pada Senin (4/4).
(berita ini diambil dari antaranews.com, 3 April 2011 )

Aan salah satu korban kebiadan majikan yang sering dialami para TKI  sebagai penata laksana rumah tangga di luar negeri. Kasus semacam ini sering menimpa para TKI hingga menimbulkan korban jiwa. Namun berita kematian Aan di Makkah banyak orang Arab yang tidak tahu. Saya sendiri mengecek temen saya yang kebetulan bekerja di Badawood Recruitment Officce Makkah, dan membenarkan kasusnya terjadi di daerah Aziziah.

Beberapa waktu yang lalu saya sempat mampir ke Maktab Badawood untuk menanyakan pembantu majikan, yang ngambil pembantu prosesnya sudah hampir empat bulan belum datang. Di situ saya mendapatkan penjelasan dari teman ternyata prosesnya ngambil pembantu sekarang banyak persyaratannya. bahkan saya di kasih foto copy edaran dari KJRI Jeddah, tentang Pemberlakuan Perjanjian Kerja Baru Antara Pengguna Jasa dan TKI Sektor Rumah Tangga.

Untuk mengulas edaran tersebut insya'allah lain waktu. Karena kesibukan yang tidak dapat ditinggalkan jadi saya belum sempat untuk menulisnya. Harapan kami pemerintah betul-betul memperhatikan kami para TKI di luar negeri untuk mendapatkan perlindungan yang layak. Karena selama ini hukum di Arab Saudi hanya berlaku untuk kaum pendatang, orang Arab biarpun salah tetep benar. 

  

Sabtu, 19 Maret 2011

Kamis, 17 Maret 2011

Bikin Pondasi Rumah

Rumah termasuk kebutuhan pokok manusia. Karena rumah untuk tempat tinggal, berlindung dari terik matahari maupun dari guyuran air hujan. Di dalam kita bisa beristirahat setelah letih seharian mencari nafkah. Rumah juga tempat untuk berkumpul keluarga. Jadi rumah sangat-sangat dibutuhkan setiap insan. Saya termasuk orang yang sangat mendambakan memiliki rumah sendiri.

Rasanya nggak enak kita terus-terusan tinggal ikut mertua. Semuanya serba salah, mau ini itu kaya nggak bebas. Untuk itu kami memutuskan untuk membikin rumah sendiri walau sederhana, semempu kemampuan kami. Tapi kami ingin memiliki rumah yang sesuai dengan keinginan hati. Bukan untuk dilihat orang 'wah' atau kelihatan orang berada, tapi rumah yang kami mau bikin memang rumah dambaan sejak lama.

Libur, dikasih cuti dua bulan saya sempatkan untuk bikin rumah di daerah terpencil yang jauh dari kebisingan, namun masyarakatnya ramah dengan lingkungan. Tadinya saya tidak punya niat apalagi terbesit untuk bikin rumah di daerah tempat asal istri saya. Mengingat tempat tinggal termasuk kebutuhan pokok akhirnya dengan sisa uang yang ada saya hanya bisa bikin pondasi rumah dulu.


Mumpung saya masih bekerja di luar negeri sebagai TKI, jadi sedikit-sedikit secara bertahap membiayai untuk menyelesaikan membangun rumah yang baru dipondasi. Rumah yang saya bangun bukan termasuk rumah pada umumnya yang ada di lingkungan tempat tinggal kami. Karena sebagian besar, pada umumnya rumah tempat tinggal mereka terbuat dari kayu. Namun rumah yang aku bikin adalah rumah tembok seperti rumah-rumah yang sering kita jumpai.

Rumah- rumah di daerah Kaliman Selatan umumnya rumah panggung yang terbuat dari kayu (papan), dengan tiang penyangga menggunkan kayu ulin yang tahan hingga puluhan tahun. Bahan-bahannya sangat mudah didapat karena masih banyak pohon di hutan-hutan yang masih belantara dan harganya masih murah tidak seperti di Jawa. Ongkos bikin satu rumah papan sama denganga ongkos saya bikin pondasi. Belum termasuk bahan-bahan bangunanya yang saya beli dari kota yang sangat jauh dari tempat tinggal kami.

Alhamdulillah meskipun baru pondasi saya bisa bernafas lega, karena akhir-akhir ini bingung dan bimbang mau tinggal dimana. Sekarang saya tinggal menyelesaikan untuk pembangunan selanjutnya. Tadinya saya mau ngambil di perumahan, tapi ada yang bilang lebih baik bikin rumah sendiri kalau punya tanah. Kebetulan kami memiliki tanah di Jawa dan di Kalimantan, jadi tinggal memikirkan bahan-bahan bangunannya.